Jumat, 29 Juni 2012

SOSIOLOGI


 
A.                INDIVIDU
Individu berasal dari kata latin; in (tidak) dan dividus (dapat dibagi). Individu dapat terdiri atas dua dimensi yaitu fisik yang pada dasarnya berpoensi lahiriyah berupa gerakan anggota badan, panca indra dan lain-lain dan psikis pada dasarnya berpotensi batiniyah berupa intelegensi emosi dan lain-lain.
            Potensi-potensi itu sebagian besar merupakan naluriah,untuk mengadakan pemisahan secara tegas. Para ahli ilmu jiwa berbeda pendapat dalam menentukan macam-macam potensi naluriah. James mengemukakan hampir 30 macam. Torndike 40 macam ada pula yang menyatakan 9 dan 60 macam. Maka dari itu untuk mengetahui individu lebih jelas kita tidak boleh terpaku pada naluriah saya manusia perlu diadakan pendekatan seprti :
1.      segi fisik
Wujud fisik adalah sebagai sebagian alam selalu tunduk pada alam. Wujud ini tersusun dan mempunyai struktrur fisika seperti berat,volume dan sifat-sifat lainnya. Seorang lahir kemudian menjadi dewasa,dan meninggalkan hal ini yang merupkan gejala kealaman. Namun makhluk hdup mempunyai cirri-ciri sendiri dan selalu mengalami perubahan dan perkembangan yang disebut dengan factor penunjanng kelangsungan hidup.
Tahap pekembangan biologis menurut beberapa pendapat terdapat dalam table berikut:
No
Tokoh
Umur
Keterangan
1
Aristoteles
0 tahun-7 tahun
Masa bermain
7 tahun- 14 tahun
Masa remaja
14 tahun – 21 tahun
Masa puber melalui menjadi dewasa
2
krettschmen
0 tahun- 3 tahun
Keleihatan pendek dan gemuk (fullung periode I)
3 tahun-7 tahun
Kelihatan langsing(strecking periode I)
7 tahun – 13 tahun
Kelihatan pendek dan gemuk(fullung periode II)
13 tahun 20 tahun
Ke;lihatan langsing (strecking periode II)
3
Sigmund freud
0 tahun – 1 tahun
Mulut pokok aktivitas dinamik
(fase oral)
3 tahun- 5 tahun
Dorongan dan tekanan terpusat pada kotoran
5tahun–12/13 tahun
Implis cenderung untuk adalah menyerap
12/13t
Implus mulai menonjol kembali
(fase puber)
 
Sedangkan penunjang kehidupan manusia antara lain sandang, pangan dan papan untuk keperluan ini manusia selalu berubah dengan lingkungannya hal inilah yang menyebabkan perubahan lingkungan.
1.      psikis
Wujud psikis ini bersama-sama membentuk individu yang berfungsisangat berpengaruh terhadap gerak dan tingkah lakufisk sedangkan tingkah laku fisik berpengaruh pada psikis, contoh; tempereatur seseorang merupakan pantulan dari kejiwaan tapi dipengaruhi oleh zat cairan (cairan empedu kuning,darah,empedu hitam dn lendir) .
Tenaga kejiwaan yang sangat menonjol oleh Sigmund freud disebut libido seksual (naluri tunggal dan sumber tingkah laku) yang melahirkan dorongan untuk hidup dan mati. Sedangkan menurut A.D,marimba adalah cipta, karsa, karya dan fungsi ini selalu mengalami perubahan dalam beberapa tahap.
2.      Pengaruh lingkungan pada individu.
Lingkungan sangat berpengaruh dalam perubahan kondisi individu, sehimgga individu harus menyesuaikan diri dengan lingkunagannya,penyesauian itu dapat timbul dari dalam dan dari luar.proses pengaruh yang masukdari luardisebut internlisasi.seperti keluarga,teman,media dan lain-lain.
B. KELUARGA
      
            Keluarga adalah kelompok individu yang utama dan yang pertama yang dibentuk melalui bersatunya dua individu yang diikat melalui perkawinan. Ada bebeerapa macam keluarga yang timbul dariperkawinan ini:patrilokal yaitu wanita ikut kekeluarga suami. Matrilokal yaitu suami ikut istri. Sedangkan Neolokal pihak suami dan istri membuat keluarga sendiri.
            Keterpisahan ini tidak akan menghilangkan garis keturunan dari keluarga asal mereka, keturunan yang berasal dari pihak ayah disebut patrilinial,sedangkan keturunan dari pihak ibu disebut matrilineal. Dalam keluarga tradisional ayah dijadikan tulang punggung keluarga dan ibu/istri hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi rumah saja. Namun dengan dipermasalahkannya tentang kesetaraan gender pihak perempuan juga ikut andil dalam memperjuangkan hak-haknya dengan analog bahwa perempuan itu sama dengan laki-laki.
1. Pengaruh keluarga pada anggota-anggota keluarganya.
            Karakteristik keluarga dapat dilihat dari beberapa hal;
a.                   Terdiri atas hubungan darah.adopsi atau perkawinan.
b.                  Hidup bersama-sama.
c.                   Satu kesatuan yang paling berinteraksi dan berkomunikasi
d.                  Mempertahankan kebudayaan bersama. 
       Sebagai wadah interaksi komunikasi, keluarga juga berpengaruh bagi individu, pengaruh tersebut menurut ahmadi antara lain;
a.                   Status sosial dan ekonomi.
b.                  Keutuhan keluarga.
c.                   Sikap dan kebiasaan orang tua.
 2. Fungsi keluarga
            Keluarga adalah kelompok keluarga dan bagian dari masyarakat dan tepat proses sosialisasi paling dini. Ayah difungsikan sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah yang dibantu anak laki-laki dan ibu mengelola kehidupan rumah tangga dengan anak perempuan.
            Menurut William f.onburn fungsi keluarga sebagai;
a.                   Pelindung
b.                  Ekonomi
c.                   Rekreasi
d.                  Agama dan pendidikan.
            Menurut merstedt
a.                   Menguasai dan mengatur impulus-impulus.
b.                  Membantu
c.                   Menegakkan budaya
d.                  Mewujudkan status.
C.      MASYARAKAT
            Menurut kodratnya manusia adalah mahluk masyarakat yang saling berinteraksi bahu membantu satu sama lain,hak\l ini terjadi karena dalam dalam diri manusia terdapat dorongan untuk hidup bermasyarakat dan dorongan itulah yang akan membawa manusia pada masa depan mereka dalam bersikap. Adapun sikap kemasyarakatan itu menurut p.j douman.
a.                   kecenderungan sosial.
b.                  Rasa harga diri.
c.                   Kecenderungan untuk patuh.
d.                  Kecenderungan untuk mandiri.
e.                   Kecenderungan untuk menurut.
f.                   Tolong menolong dan meniru.
g.                  Hasrat berjuang
h.                  Hasrat memberi tahu dan menerima.
A.                  Bentuk-bentuk masyarakat
                       
a. Masyarakat Paguyuban (gessel schaft).
 PJ Bourman menjelaskan masyarakat paguyuban adalah suatu persekutuan mnusia yang disertai perasaan setia kawan dari hati ke hati dan keadaan kolektif yang besar, sehingga perpisahan dalam kelompok ini sangat tidak disenangi, adapun ciri-cirinya;
1.                  Pola berkorban demi kebersamaan
2.                  Pemenuhan hak tidak selamanya dikaitkan dengan kewajiban.
3.                  Solidaritas yang tinggi.
b. Masyarakat patembangan (gesel schaft)
PJ. Bourman mengibaratkan seperti tumpukan pasir yang tiap-tiap butirnya dapat terpisah dari yang lain. Keterikatan antara satu dengan yang lain hanya dalam satu tujuan sehingga sifat keakurannya masih sangat menonjol. Adapun cirri-cirinya;
1.                  Pemenuhan hak selalu dikaitkan dengan kewajiban.
2.                  Solidaritas tidak terlalu kuat.
B.                  Tingkatan-tingkatan masyarakat.
 1.                        Masyarakat Tradisional.
                     Masyarakat tradisonal sebagai bentuk dari kehdupan bersama,mempunyai keterkaitan hidup bersama yang sangat erat dengan lingkungan hidupnya,mereka sangat bergantung pada manusia dan alam dengan mata pencaharian yang berpusat pada petanian dan nelayan dalammemenuhi kebutuhansandang,pangan,dan papan mereka bergantung pada alam karena kesederhanaan teknologi yang mereka miliki. Modal yang paling menonjol adalah pemilk tanah sehingga banyak tuan-tuan tanah pada masyarakat tradisional dan melahirkan elit masyarakat yang feudal  dengan kepemimpinan otokritas. Selain itu kebersamaan antara mereka juga sangat kuat dalam membentuk persaudaraan.
           
2. Masyarakat modern
            Adalah pola perkembangan dar masyarakat tadisional yang telah mengalami kemajuan dala berbagai aspek kehidupan,kalau pada masyarakat tradisisonal dikenal sebagai zaman agraris lain halnya dengan masyarakat modern ,zaman ini lebih dikenal dengan zaman industrialis karena segala usaha dan kebutuhan manusia lebih  memedukan antara SDA dengan SDM dengan menggunakan teknologi disamping itu terciptanya berbagai industri diberbagai belahan dunia dengan operator professional, sehingga menghasilkan barang yang lebih berkualitas.
D. INTERAKSI SOSIAL.
           Interaksi social merupakan hubungan dinamis antara orang-orang perorang,kelompok,maupun antata individu dengan kelompok,interaksi social adalah bentuk uum dari pada proses social karena interaksi social menjadi syarat antara terjadinya aktivitas-aktivitas social.
            Cirri-ciri inteaksi social adalah dengan adanya orang atau lebih yang saling berinteraksi dan berkomunikasi ,entah komunikasi secara primer atau skunder yang kemudian akan menimbulkan tindakan social. Adapun tindakan social tersebut dapat dilihat pada table berikut ini.
No
Tindakan Sosial
Pengertian
1
Instrumental
Tindakan rasional
2
Berorientasi nilai
Tindakan yang diukur dengan nilai
3
Tradisional
Tindakan yang dilakukan karena kebiasaan
4
Afektik
Tindakan irrasional
 
 Bentuk-bentuk interaksi sosial
   a.                    Proses-proses asosiatif
                             
            Adalah suatu interaksi social dimana masing-masing pihak memiliki kesamaan pandangan yang mengasal pada kesatuan. Adapun wujudnya sebagai berikut;
1.                  Kerjasama yaitu usaha bersama antara orang perorangan atau antar kelompok.
2.                  Akomodasi, proses penyesuaian antara individu dengan individu antara kelompok dengan kelompok dengan tujuan mengurangi disintegrasi .berikut adalah bentuk akomodasi.
a.Koersi-kompromi-arbitrasi-mediasi-konsiliasi—toleransi—stalemate-ajudikasi.
3.   Asimilasi yaitu proses social yang ditandai dengan usaha setiap pihak dalam     menekan perbedaan diantara perorangan atau kelompok.
4.   Akulturasi yaitu proses berpadunya dua kebudayaan.
b.                  Proses disaosiatif.
Proses ini juga disebut oposisi yaitu interaksi social yang bertujuan untuk berkompetisi dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Adapun tindakan-tindakan yang bersifat disasosiatif adalah;
            1. Persaingan
            2. kontroversi
            3. pertentangan.  
BAB III

PENUTUP
1. Kesimpulan
            Manusia adalah mahluk social bukan mahluk individu yang hanya dapat hidup dalam kesendrian, tapi manusia dapat menjalankan perannya sebagai mahluk tuhan dengan baik yaitu dengan membentuk suatu asosiasi (pertemanan, organisasi, kelurga, dll) hubungan yang mana dengan manjalin hubungan tersebut kita dapat berintraksi dan membentuk dunia ini lebih indah dan lebih bermakna.    
2. Saran
Dalam kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat, maka kita sebagai manusia yang hidup bermasyarakan harus menyadari bahwa kita hidup tidak mungkin sendirian.
Untuk itu marilah kita menjadi warga masyarakat yang baik dengan berinteraksi antar individu dengan individu lain, antar individu dengan kelompok, bahkan kelompok dengan kelompok agar terjalin persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
v  Drs.mawardi. Ir. Nur hidayat. IAD/IBD/ISD/ untuk STAIN. Pusataka setia bandung 2000
v  Candra dkk. SOSIOLOGI. Viva pakarindo. 2010  
v  Effendi, Ridwan dan Elly Malihah. Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek. 2007
v  Hermawan, Ruswandi dan Kanda Rukandi. Perspektif Sosial Budaya. Bandung: UPI PRESS. 2007
v  Hermawan, Ruswandi dkk . perkembangan masyarakat dan Budaya. Bandung : UPI PRESS. 2006
v  Kuswanto dan Bambang Siswanto. Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai . 2003
v  Dr. Duddy Mulyawan’s Site
v  http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/10/humaniora/3522042.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar